Diduga Pelaku Pembalakan Liar, Patroli Amankan Pelaku dan BB di Polres Dompu

Patroli gabungan Kodim 1614/Dompu, Polres Dompu dan KPH Topo Pajo Dompu berhasil mengamankan terduga pelaku penebangan liar hutan Tofo Pajo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu, Kamis (15/11).

Dompu – Patroli gabungan anggota Kodim 1614/Dompu,Polres Dompu dan KPH wilayah Tofo Pajo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu berhasil mengamankan empat orang diduga pelaku penebangan liar di daerah kawasan Hutan Lindung Di So Piri Desa Ranggo Kecamatan Pajo, Kamis (15/11).

Usai melaksanakan briefing di Kantor KPH yang dipimpin Kepala KPH Saiful, anggota patroli gabungan langsung menuju sasaran yang sudah ditetapkan sebagai daerah operasi.

Menurut Kepala KPH, patroli gabungan ini sengaja digelar karena ada laporan dari pengaman hutan (Pamhut) bahwa pada saat mereka melaksanakan patroli rutin, menemukan masyarakat melakukan penebangan liar tanpa ijin di luar daerah kawasan tutupan Negara Desa Ranggo Kecamatan Pajo.

“Laporan ini kemudian, saya tindak lanjuti untuk melakukan patroli gabungan bersama TNI dari Kodim Dompu dan Polres Dompu,” kata Saiful.

Terpisah, Dandim 1614/Dompu Letnan Kolonel Czi Arief Hadiyanto, S.IP., membenarkan adanya penangkapan terduga pelaku pembalakan liar di kawasan hutan Desa Ranggo. “Ya, tadi anggota sudah laporan bahwa ada empat orang yang berhasil diamankan beserta barang buktinya,” sebut Arief.

WhatsApp Image 2018-11-15 at 16.51.08 (1)

Dijelaskannya, terduga pelaku beserta barang bukti berupa satu unit mesin chainsaw dan empat buah parang saat ini sudah diamankan di Polres Dompu untuk dimintai keterangan.

Menurutnya, daerah tersebut juga rawan banjir, apalagi sekarang sudah mulai datangnya musim hujan. “Jumat minggu lalu juga di dua desa terkena banjir, akibatnya ratusan rumah terendam di Desa Tolokalo dan Desa Songgajah Kecamatan Kempo,” ujarnya.

“Dengan kejadian minggu lalu maupun sebelumnya, seharusnya tidak ada lagi yang suka menebang hutan secara liar, karena hutan di kawasan NTB khususnya di Dompu juga gundul. Akibatnya tanah tidak mampu menahan air hujan,” harapnya.

Lulusan Akmil 98 itu juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga kelestarian hutan dan menjaga kebersihan lingkungan terutama di musim hujan untuk menghindari tersumbatnya saluran irigasi yang bisa berdampak buruk bagi kita bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>