Daily Archives: March 12, 2019

Pelaksanaan Ujian Tengah Semester Terganggu Akibat Tawon

Babinsa Desa Lenangguar Koramil 1607-03/Ropang Sertu Nurdin membantu evakuasi siswa-siswi SDN 1 Lenangguar karena banyaknya tawon, Selasa (12/3).

Sumbawa – Menjelang pelaksanaan ujian tengah semester (UTS) senin pagi (12/3), siswa-siswi SD seharusnya berjalan tenang dan tertib, namun sedikit terganggu karena banyaknya tawon di ruang kelas SDN 1 Lenangguar Kecamatan Lenangguar Kabupaten Sumbawa.

Banyaknya tawon diruang kelas SDN tersebut mengakibatkan beberapa siswa-siswi tersengat dan terpaksa di evakuasi.

Mendengar informasi tersebut, Babinsa Desa Lendangguar Koramil 1607-03/Ropang Sertu Nurdin langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk membantu memindahkan siswa menuju Balai Desa Lendangguar.

Danramil 1607-03/Ropang Kapten Inf Suhailik membenarkan anggotanya sekitar pukul 07.00 Wita membantu evakuasi siswa-siswi SD yang akan melaksanakan UTS.

“Mereka untuk sementara dipindahkan ke Balai Desa sehingga pelaksanaan UTS nya bisa berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Danramil.

Setelah anak-anak ini dipindahkan, sambungnya, mereka kemudian melaksanakan ujian tanpa meja dan kursi. “Karena darurat, jadi ujiannya duduk bersila diatas lantai keramik,” sebut Suhailik.

Usai membantu memindahkan para siswa-siswi, Babinsa bersama para guru kemudian membersihkan tawon dari ruang kelas sehingga besok bisa digunakan seperti semula. “Insya Allah besok sudah normal kembali,” pungkasnya.

Danrem 162/WB : “Tim Terpadu Verifikasi Legalitas Kayu RTG Sesuai SK Menteri Kimpraswil”

Tim terpadu verifikasi legalitas kayu untuk RTG Rika di beberapa UD yang sudah memiliki pengajuan untuk verifikasi, Selasa (12/3).

Mataram – Tim terpadu verifikasi legalitas kayu untuk pembangunan rumah instan kayu (Rika) terdiri dari Personil Korem 162/WB, Reskrimsus Polda NTB, BPBD, PUPR dan LHK Provinsi NTB turun ke beberapa pengusaha kayu untuk melakukan pengecekan langsung jenis kayu yang dibutuhkan dalam proses pembangunan rumah tahan gempa jenis Rika.

Dari 17 UD kayu yang sudah mengajukan permohonan verifikasi legalitas dan kelas kayu, baru 10 UD yang sudah diperiksa dengan ketentuan minimal kayu kelas 2 yang memiliki ketahanan, kuat dan awet untuk digunakan dalam jangka waktu lama.

Kepala Seksi Penenggakan Hukum LHK Provinsi NTB Sirajudin, S.Hut. M.Eng., yang ikut melakukan verifikasi saat di wawancara wartawan menjelaskan kegiatan tersebut dilakukan untuk mengecek langsung kwalitas kayu yang bisa digunakan dalam rehab rekon pasca gempa khususnya untuk RTG Rika. “Karena UD ini nantinya akan menjadi suplayer untuk pembangunan rumah Rika,” ujar Sirajudin.

Setelah dilakukan verifikasi, maka pihak pimpinan akan mengeluarkan rekomendasi sebagai dasar untuk melakukan pencairan dana pembangunan RTG oleh Kimpraswil di masing-masing wilayah dengan ketentuan minimal kayu kelas kuat 2 dan kayu awet 2.

“Ketentuan tersebut berdasarkan SK Menteri Kimpraswil Nomor 403/Kpts/M/2002 tentang pedoman Tehnis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat.

Menurutnya, untuk kayu lokal, pihaknya belum berani memberikan rekomendasi namun akan memberikan masukan terkait hasil temuan selama verifikasi.

“Terkait dengan legalitas kayu, jika ditemukan ketidak sesuaian antara jenis kayu dengan lokasi asal usul kayu maupun administrasinya maka akan kami tindak lanjuti dengan proses penyelidikan dan penyidikan selanjutnya,” tegasnya sambil menyebutkan ada penemuan di Kabupaten Lombok Utara terkait asal usul kayu yang tidak sesuai denga nota angkut.

Senada dengan Kepala Penegakan Hukum LHK, Kepala Bidang Dampak Sosial Kementerian PUPR Hanum Budi Dharmawan menegaskan jenis kayu yang akan digunakan untuk RTG Rika adalah jenis kayu kelas 2 baik dilihat dari kekuatan dan awet kayu sesuai dengan SK Menteri Kimpraswil.

Khusus untuk rumah yang sudah dibangun, lanjutnya, apabila ditemukan tidak sesuai dengan spesifikasi jenis kayu, maka akan dilakukan dikonsulidasikan dengan pihak terkait khususnya bagi para pejabat yang berkompetensi dibidang itu.

Terpisah, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menyampaikan tim terpadu ini turun dalam rangka menjamin kwalitas kayu sesuai dengan SK Menteri Kimpraswil, sehingga pembangunan RTG bagi masyarakat terdampak gempa dapat bertahan lama.

Selain itu, verifikasi tersebut juga dilakukan untuk menghindari dan meminimalisir adanya penebangan pohon secara liar yang dilakukan oleh pelaku illegal logging dan berdampak luas khususnya kepada masyarakat di sekitar hutan.

“Setelah dilakukan verifikasi ini, maka UD Kayu yang diberikan rekomendasi sebagai suplayer nantinyabagar betul-betul bertanggung jawab terhadap jenis kayu yang akan didistribusikan sehingga tidak menghambat proses rehab rekon,” tandasnya.

Diinformasikan, Tim verifikasi legalitas kayu sejak Senin kemarin (11/3/2019) sudah mulai turun memeriksa 7 UD di Kabupaten Lombok Utara dan hari ini di Kabupaten Lombok Barat dan Mataram sudah memeriksa UD Mabruk Rembiga, UD Desa Lestari Jaya dan UD Ananda. Sesuai rencana besok akan di lanjutkan di wilayah Kabupaten Lombok Tengah dan berlanjut hingga ke Pulau Sumbawa.

Separuh Perjalanan, Pembukaan Jalan Ekonomi TMMD Terus Digenjot

Pembukaan jalan 600 di Dusun Mujur Desa lanci Jaya Kecamaatan Manggelewa, Selasa (12/3).

Dompu – Pembukaan Jalan Ekonomi di Dusun Mujur Desa Lanci Jaya Kecamatan Manggelewa sepanjang 1500 meter di dua lokasi terus di genjot. Jalan ekonomi sepanjang 1500 dibagi dua titik, ada yang 900 meter dan 600 meter.

“Pembukaan jalan sepanjang 600 meter sudah berjalan mulai kemarin,” kata Serka M. Yunus selaku penanggung jawab disasaran.

Dijelaskannya, sebelumnya alat berat bersama oprator menyelesaikan jalan 900 meter dengan saluran air disebelah kiri kanan badan jalan sekitar 0,5 meter.

“Sampai hari kedua ini diperoleh sekitar 150 meter karena tadi ada sedikit kendala dilapangan sehingga berhenti, namun sudah dibisa dilanjutkan,” terangnya.

M. Yunus berharap sebelum waktu TMMD berakhir, pembukaan badan jalan sudah selesai sehingga masyarakat bisa langsung memanfaatkannya untuk mengangkut hasil panen jagung mengingat sudah memasuki musim panen.

“Insya Allah mudahan cepat selesai, biar bisa langsung digunakan,” tutupnya.

Dan SSK Ukur Tiga Musholla Program Fisik TMMD ke 104

Pengukuran kaca jendela tiga Musholla yang dibangun dalam program fisik TMMD ke 104 Kodim 1614/Dompu, Selasa (12/3).

Dompu – Pembangunan dan perehaban tiga Musholla di Desa Lanci Jaya Kecamatan Manggelewa sudah mendekati tahap akhir. Hal itu dibuktikan dengan pengukuran kaca jendela oleh Dan SSK TMMD ke 104 Kodim 1614/Dompu Kapten Ind Mujiono bersama tukang kaca didampingi anggota Satgas dimasing-masing Musholla, Selasa (12/3).

“Ketiga Musholla yakni Al Ikhlas, Bani Abbas dan Nurul Asyah setelah dihitung lubang jendela keseluruhannya sebanyak 58 buah, terang Mujiono.

Danramil 1614-06/Manggelewa tersebut kemudian memberikan rincian masing-masing lubang jendela. “Di Musholla Al Ikhlas sebanyak 34 lubang, Bani Abbas 14 lubang dan Musholla Nurul Asyah sebanyak 10 lubang. Selesai pemasanagan kaca, tinggal pengecatan dan finishing,” tutupnya.

Kadus Mujur Umar di Musholla Al Ikhlas mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran TMMD di dusunnya karena memberikan semangat baru bagi warga untuk bangkitkan kembali suasana kebersamaan dan gotong royong.

“Antusias warga bergotong royong luar biasa, apalagi kerja sambil bersenda gurau dengan anggota TMMD yang tinggal langsung dirumah warga,” ujarnya.

Dijelaskannya, sebanyak 110 KK yang ada, semuanya dijadwal secara bergantian untuk ikut bergotong royong. Bahkan ada juga yang tidak terdaftar pada hari itu ikut bergotong royong jika mereka tidak ke sawah.

Menurutnya, kehangatan dan kebersamaan seperti ini baru dirasakan masyarakat setelah kumpul bersama. “Semoga kedepan akan ada lagi program TMMD seperti karena dampak positifnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.