Daily Archives: June 29, 2019

Apel Fasilitator Loteng, Danrem Berikan Apresiasi Kinerja Semua Pihak

Lombok Tengah – Pelaksanaan program rehab rekon terpadu pembangunan rumah terdampak gempa tahun lalu baik yang mengalami rusak ringan, sedang dan berat di wilayah Kabupaten Lombok tengah sangat baik.

Hal itu diungkapkan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., saat memberikan sambutan pada apel fasilitator baik TNI maupun sipil di Aula Kampus IPDN Kelurahan Leneng Kecamatan Praya Lombok Tengah, Sabtu (29/6).

Dihadapan ratusan fasilitator, Danrem juga memberikan apresiasi kepada para pahlawan rehab rekon baik fasilitator, aplikator dan para pihak yang turut serta memberikan sumbangsih dan dukungannya pada proses rehab rekon di wilayah Kabupaten Lombok Tengah sehingga berjalan sesuai harapan

Menurutnya, Kabupaten Lombok Tengah kedepan akan menjadi daerah yang maju mengingat potensi pembangunannya sangat terbuka dan banyaknya investor yang melirik daerah ini sebagai daerah wisata.

Untuk itu, sambungnya, kepada seluruh komponen masyarakat agar mendukungnya dengan bersama-sama TNI Polri menjaga kondusifitas wilayah sehingga investor maupun kunjungan wisata ke daerah lombok Tengah terus meningkat secara signifikan.

Danrem Alumni Akmil 1993 tersebut juga menyampaikan pada tanggal 25 Agustus mendatang merupakan batas akhir administrasi pembangunan rekontruksi dan berharap sebelum batas waktu tersebut berakhir, seluruh administrasi sudah selesai dan dilanjutkan pada tahap rehabilitasi.

“Jadi lewat dari tanggal tersebut, tidak ada lagi proses administrasi pencairan dana di Bank BRI, untuk itu agar fasilitator segera menyelesaikan proses administrasi tersebut sehingga tidak menggangu proses rehab rekon kedepannya,” tutupnya.

Sebelumnya, Wabup Loteng HL. Pathul Bahri, S.IP., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada fasilitator dan para Camat yang selama ini berada ditengah-tengah masyarakat dalam upaya rehab rekon rumah warga korban gempa.

Wabup Loteng juga mengungkapkan rasa syukur karena situasi wilayahnya hingga saat ini sangat kondusif. “Ini semua hasil kerja keras TNI Polri dalam menjaga keamanan di wilayah Loteng dan ini juga akan memberikan multi effect yang positif terhadap semua proses pembangunan kedepannya,” tutup Wakil Bupati.

Apel fasilitator tersebut juga dihadiri Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto, SE. M.I.Pol., Wakapolres Loteng Kompol Haris Dinsyah, S.IK., Kepala BPBD Loteng Muhammad, Perwakilan BRI Cabang Praya Loteng, Korwil Loteng Junaidi, Pjs. Kasdim 1620/Loteng, Camat, Kapolsek dan Danramil wilayah terdampak gempa, Kades dan perwakilan Ketua Pokmas dari masing-masing Desa terdampak gempa, para Fasilitator Sipil, TNI dan Polri.

Danrem dan Pamen Jajaran Ikuti Pertandingan Menembak Polda NTB

WhatsApp Image 2019-06-29 at 18.51.23

Mataram – Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., bersama Kasrem Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori dan Perwira Menengah jajaran Korem 162/WB menghadiri undangan pertandingan menembak pistol dalam rangka HUT Bhayangkara Ke 73 tahun 2019 di lapangan tembak Mako Satuan Brimob Polda NTB Ampenan Mataram, Sabtu (29/6).

Petandingan menembak juga dihadiri Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., Danlanal Mataram dan Danlanud ZAM Rembiga serta seluruh pejabat teras Polda NTB dan jajaran.

Disela-sela kegiatan, Danrem 162/WB menyampaikan pertandingan lomba menembak ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke 73 tahun 2019.

“Kehadiran kami disini selain untuk mengikuti pertandiangan menembak, juga sebagai wujud kebersamaan dalam meningkatkan sinergitas dan soliditas TNI Polri di daerah,” ujar Danrem.
Menurutnya, moment seperti ini juga digunakan untuk silaturrahmi dengan para stake holder yang lain sehingga kedepan, koordinasi dan komunikasi dalam rangka membantu memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih mudah dan lebih baik.

“Dirgahayu Polri ke 73, semoga tetap sukses sebagai promoter dalam pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara,” pungkas Danrem.

Koramil Lape Lopok Bangun Kebersamaan Dengan Gotong Royong

WhatsApp Image 2019-06-29 at 19.06.48 (1)

Sumbawa – Dalam rangka meningkatkan Kemanunggalan TNI dengan rakyat, Koramil 1607-06/Lape Lopok melaksanakan karya bhakti pembersihan jalan lingkungan dan saluran Air yang tersumbat bersama masyarakat di Desa Dete Kecamatan Lape Sumbawa, Jumat, (28/6).

Karya bakti yang dilaksanakan dengan beramai-ramai tersebut antusias disambut warga desa setempat. Danramil 1607 Lape Lopok Kapten Inf Amdatullah disela-sela kegiatan menyampaikan sebagai satuan terkecil di wilayah setiap saat berhubungan langsung dengan masyarakat. Karya bhakti bersama masyarakat ini bertujuan untuk mendukung program Pemerintah Daerah dibidang infrastruktur serta membangun kembali budaya hidup gotong royong di Tana Samawa yang sudah mulai memudar.

“Dengan gotong royong, kita bisa merasakan kebersamaan yang kuat diantara sesama untuk sama-sama peduli dan empati khususnya terkait dengan kepentingan bersama,” ujar Danramil.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Dete Muhidin mengucapkan terimakasih kepada Kodim 1607/Sumbawa khususnya Koramil Lape Lopok yang telah ikut membantu masyarakat dalam pembersihan jalan lingkungan dan saluran Air untuk warga.

“Kegiatan ini sangat bagus untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan yang sudah memudar, kedepan agar warga merawat dan membersihkan jalan dan saluran air ini dengan sebaik-baiknya sehingga bisa digunakan dalam waktu jangka panjang,” ungkap Kades.

Terpisah, Dandim 1607/Sumbawa Letkol Inf Samsul Huda, S.E. M.Sc., memberikan apresiasi kepada Koramil jajarannya yang terus berada ditengah-tengah masyarakat bersama para Babinsanya.

Menurutnya, program budaya bersih ini merupakan salah satu program Pemerintah Daerah untuk bebas dari sampah dengan harapan kedepan kebersamaan dan rasa saling memiliki diwujudkan dengan senantiasa menjaga dan merawatnya melalui gotong royong.

Dandim 1608/Bima dan Kapolres Bima Upayakan Solusi Terbaik Selesaikan Permasalahan Dua Desa Bertikai

WhatsApp Image 2019-06-29 at 12.39.20

Bima – Pasca terjadinya perselisihan dan pertikaian antara kelompok Warga Desa Tolotangga dengan kelompok Warga Desa Parado Wane beberapa hari lalu segala cara dilakukan oleh aparat setempat demi mewujudkan perdamaian (islah) kedua kelompok Warga Desa tersebut patut didukung dan diapresiasi.

Pasalnya, pasca perselisihan kedua warga desa tersebut tampak segala cara dilakukan aparat baik Pemda, Kodim 1608/Bima, Polres Bima serta segenap tokoh masyarakat guna mengupayakan mediasi yang dapat memberi solusi terbaik bagi kedua kelompok warga dari kedua desa, Jumat (28/6/2019) sekitar pukul 15.00 wita, di aula Dalmas Polres Bima telah berlangsung kegiatan mediasi.

Kegiatan mediasi kedua desa dihadiri Dandim 1608/Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra, Kepala BKPH TPMRW Syaifullah, S.Hut., M.Si. Kabag Ops dan Kasat Ik dan Kasat Reskrim serta PA Polres Bima, Kabag SDA Pemda Kab Bima Drs. Zainuddin, Camat Monta Muhtar, SH. dan Camat Parado Baharuddin, S.Sos, Kapolsek Monta IPTU Takim dan Kapolsek Parado IPDA Nazaruddin, PJ. Kades Tolotangga Syarifurrahman, ST, Kades Parado Wane A. Malik, S.tp, Perwakilan PT KOIN NESIA, Perwakilan 30 masyarakat Desa Tolotangga, dan 40 masyarakat Desa Parado Wane.

Kejadian yang tidak seharusnya terjadi diantara kolompok warga kedua desa yang bertikai selain bertetangga diantara kelompok masyarakat boleh dikatakan bukan orang lain tapi bagian dari kerabat handataulan yang justru harus saling menghormati, menghargai antar satu sama lainnya. Hal ini disampaikan Dandim 1608/Bima letkol Inf Bambang Kurnia eka putra disela waktu hadir pada acara silaturahiim musyawarah untuk mencari solusi penyelesaian permasalahan yang telah melibatkan kelompok warga dari kedua desa yang nota benenya bertetangga. Selain itu Dandim juga menyampaikan sejalan dengan yang disampaikan Kapolres Bima AKBP Bagus, S. Wibowo, S.I.K yang lebih dulu memberikan sambutan agar semua komponen masyarakat dari kedua desa untuk menyelesaikan masalah dan hindari isu dan provokatif yang tidak bertanggung jawab sehingga terjadi perpecahan.

Dandim 1608/Bima mengambil kesimpulan bahwa sepakat masalah yang terjadi sebelumnya dikatakan selesai. Dan hutan tersebut dilestarikan kembali (reboisasi). Dan jangan main hakim sendiri, bila ada masalah, laporkan ke kami,” tutup Dandim Bima Letkol Inf Bambang Kurnia Eka Putra.

Kapolres Bima mengucapkan terima kasih banyak dan setinggi-tingginya atas kehadiran memenuhi undangannya. Untuk lebih memudahkan dalam diskusi ini, kata Kapolres Bima, pertemuan ini akan dipisahkan tempat duduk antara perwakilan Desa Tolotangga dan Desa Parado Wane. Kapolres Bima juga megatakan keberadaan kita di Aula Barak Dalmas Polres Bima ini dalam rangka nembangun dan memperkokoh tali silaturahmi di antara kita, karena kita bersaudara. Selain itu, lanjutnya, dengan adanya selisih faham beberapa hari terakhir antara kedua Desa sangat kita sesalkan. Yang mana kita masih satu suku dan desa bertetangga.

Kapolres Bima bersama Dandim 1608/Bima berada disini semata-mata untuk menyelesaikan masalah karena kami mempunyai tanggung jawab besar menjaga keamanan bapak semua. Kapolres Bima menjelaskan bahwa dalam membahas permasalahan ini, tidak ada yang tensi di antara kita, dan kita cari solusi untuk pecahkan bersama, jangan mau menang sendiri.

“Tunjukan bukti-bukti dan jangan mementingkan diri sendiri,”tegas Kapolres Bima.

Dari pernyataan berbagai pihak tersebut, Kapolres berkesimpulan
semua pihak jaga kelestarian hutan di kawasan di So Oi Kambu,u yang menjadi permasalahan antara masyarakat Desa Parado Wane dan masyarakat Desa Tolotangga. Selain itu, kawasan tersebut dijadikan status quo.

“Masalah ini sudah selesai. Tapi bukan langkah akhir, kita akan turun bersama-sama ke lokasi kemudian kita diskusi kembali,”tutur Kapolres Bima AKBP Bagus S.Wibowo S.I.K.

Dalam pertemuan tersebut beberapa perwakilan masyarakat Desa Parado wane menyampaikan bahwa
lahan yang dibuka dan di garap adalah hutan tutupan negara.

“Kami garap lahan di hutan tutupan negara karena daerah /lokasi tersebut adalah lokasi swakelola oleh 4 desa berdasarkan Piagam bersama tahun 2006,”ucapnya.

Perwakan masyarakat desa Parado Wane menjelaskan bahwa awalnya lokasi tersebut adalah di tanam pohon kemiri, setelah pohon kemiri telah mengalami kerusakan akibat di potong maka tercetus Piagam Parado tentang pembagian lahan oleh LSM, Dinas Kehutanan, dan Pemda Kab Bima.

“Sehingga masyarakat Parado Wane memasuki lahan untuk menanam jagung,”ujar perwakilan masyarakat desa Parado Wane.

Penyampaian perwakilan masyarakat Desa Parado Wane langsung di tanggapi oleh Masyarakat Desa Tolotangga dengan beberapa poin yakni, hutan di lokasi di So Oi Kambu, u sudah rusak parah sehingga mata air yang ada di sekitar sudah berkurang.

“Piagam Parado yang disepakati bahwa lahan bukan untuk dikuasai secara perorangan. Apalagi membabat hutan untuk tanam jagung melainkan untuk melindungi hutan kemiri yang ada,”tutur masyarakat desa Tolotangga.

Kabag SDA Pemda Kab Bima memberikan tanggapan bahwa namanya hutan tutupan negara, tidak ada yang namanya pembagian lahan. Kabag SDA juga menegaskan Piagam Parado ditanda – tangani tahun 2006 yang intinya untuk mengelola hutan bukan untuk di miliki.

“Kawasan hutan yang menjadi obyek sengketa adalah berfungsi melindungi sumber mata air yang ada di sekitarnya,”tegas Kabag SDA Pemda Kab Bima.

Perwakilan dari PT. KOIN NESIA Heri yang memegang ijin untuk kelola tersebut mengatakan bahwa kawasan tersebut ada yang punya hak yakni LH ( lahan debit air) dan Hak PT. KOIN NESIA.

“Kami rasa masyarakat pada umumnya sudah mengerti bahwa kawasan hutan tutupan yang tidak boleh diduduki. Untuk itu, harus ada penegakkan hukum,”ujar PT KOIN NESIA.

Kades Parado Wane juga menyampaikan bahwa kedua desa yang bermasalah adalah satu rumpun. Kades menjelaskan piagam dicetuskan agar pohon kemiri dikaga kelestarian.

“Karena sudah banyak yang ditebang maka Pemda berinisiatif membuat kelompok masyarakat untuk tanam kembali kemiri tersebut,”jelas Kades Parado Wane.