WhatsApp Image 2019-07-22 at 14.17.36

Bersama Pertamina dan PUPR, Koramil Donggo Bantu Distribusikan Air Bersih

Bima – Danramil 1608-05/Donggo Lettu Inf Mahdin memimpin langsung proses pendistribusian air bersih kepada masyarakat Dusun Ndanondere Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, Senin (22/7). Menurut Danramil Donggo, pembagian air bersih tersebut Detail »

WhatsApp Image 2019-07-22 at 10.59.30

Dansatgas TMMD ke 105 : “Program RTLH Capai 30 Persen”

Lombok Timur – Sebanyak tujuh unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Dusun Selebung Desa Selebung Ketangga Kecamatan Keruak menjadi sasaran program fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 105 tahun Detail »

WhatsApp Image 2019-07-22 at 11.01.06

Ini Ungkapan Inaq Indar Pada Program Rehab RTLH TMMD ke 105

Lombok Timur – Program fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105 tahun 2019 Kodim 1615/Lotim yang dipusatkan di tiga desa Kecamatan Keruak mengerjakan 100 unit rumah tidak layak huni (RTLH), salah Detail »

WhatsApp Image 2019-07-20 at 19.19.34

Satgas TMMD Lotim Rehab Musholla Ashabul Yamin dan Dirikan Tempat Wudhu

Lombok Timur – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 105 tahun 2019 Kodim 1615/Lotim di Dusun Tambun Desa Senyiur Kecamatan Keruak hari ini membangun tempat wudhu Musholla Ashabul Yamin. Hal Detail »

WhatsApp Image 2019-07-20 at 19.16.45 (1)

Berikan Dukungan Kepada Para Suami, Persit KCK Cabang Lotim Turun Bantu Satgas TMMD

Lombok Timur – Ibu Ketua Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana Cabang Lombok Timur Ny. Ira Agus Donny Prihanto bersama para pengurus tindak mau tinggal diam melihat para suami yang tergabung Detail »

Komandan SSK Siapkan Lokasi Tatap Muka dan Sasaran Fisik Kunker Tim Wasev TMMD

Dan SSK TMMD ke 104 bersama anggota mehyiapkan sasaran peninjauan  dan tatap muka kunker tim Wasev Mabes TNI AD di Desa Lanci Jaya Kecamatan Menggelewa, Jumat (15/3).

Dompu – Dan SSK TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 104 tahun 2019 Kodim 1614/Dompu Kapten Inf Mujiono bersama beberapa orang anggota Satgas TMMD menyiapkan lokasi rencana tatap muka tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) dari Mabes TNI AD di Lokasi Pasar Desa Lanci Jaya depan lapangan Desa Lanci Jaya Kecamatan Manggelewa, Jumat (15/3).

Menurut Kapten Mujiono, sesuai jadwal yang sudah dikirim dari Markas Besar TNI AD (Mabesad), Kodim 1614/Dompu selaku penyelenggara TMMD ke 104 tahun 2019 di wilayah Kabupaten Dompu akan dikunjungi tim Wasev oleh Pati Staf Khusus Kasad Brigjen TNI Hendrawan, S.I.P didampingi Letkol Arm Budi Wahyono, SH., tanggal 21 Maret mendatang namun kehadirannya di Kabupaten Dompu mulai tanggal 20 Maret 2019.

“Rencana tanggal 21 Maret minggu depan, ada kunjungan tim Wasev ke lokasi TMMD di Desa Lanci Jaya dan Tekasire,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran kunker tersebut, sebagai Dan SSK sambungnya, pihaknya akan menyiapkan sasaran fisik yang akan ditinjau maupun tempat tatap muka dengan masyarakat sehingga dalam pelaksanaannya bisa berjalan lancar dan memuaskan.

Sebelum melaksanakan peninjauan sasaran fisik, Tim Wasev terlebih dahulu akan menerima paparan dari Dandim 1614/Dompu Letnan Kolonel Czi Arief Hadiyanto S.I.P selaku Dansatgas TMMD ke 104 tahun 2019 wilayah Kabupaten Dompu di Posko Utama. “Setelah menerima paparan Tim Wasev langsung meninjau sasaran,” pungkasnya.

Sasaran I Pembuatan Jembatan Tekasire Kelar, Lanjut Sasaran II

Satgas TMMD bersama masyarakat Dusun Jatimenge Desa Tekasire  Kecamatan manggelewa melaksanakan pengecoran jembatan jalan, Jumat (15/3).

Dompu – “Alhamdulillah pengecoran jembatan di sasaran I Desa Tekasire hari ini sudah kelar dan akan dilanjutkan menyelesaikan jembatan di sasaran II. Hal itu diungkapkan Dansatgas TMMD ke 104 Kodim 1614/Dompu Letnan Kolonel Czi Arief Hadiyanto, S.IP., saat meninjau Desa Tekasire, Jumat (15/3).

Jembatan dengan ukuran 5 x 6 meter tersebut merupakan jembatan penghubung dari jalan diperkeras menuju sasaran pembukaan jalan ekonomi sepanjang 2600 meter.

“Jembatan ini sebagai pintu masuk menuju jalan ekonomi yang merupakan sasaran TMMD. Ini akan memberikan segala kemudahan bagi para petani baik dalam mengangkut bibit, pupuk maupun hasil produksi pertaniannya,” jelas Arief.

Menurutnya, jalan ekonomi sesuai namanya dapat memperkecil pengeluaran para petani khususnya biaya pengangkutan dari jalan raya menuju lahan karena sudah ada fasilitas jalan dan jembatan.

Setelah ini selesai, sambungnya, anggota Satgas di Tekasire akan melanjutkan proses pembangunan jembatan di sasaran II dengan ukuran yang sama dan pembuatan duiker.

Ditambahkannya, sampai saat ini, di sasaran II bangunan penyangga jembatan sudah jadi dan besok, Sabtu (16/3/2019) akan dilanjutkan penembokan sayap kiri dan kanan penyangga sehingga diperkirakan minggu depan sudah selesai.

Dansatgas berharap agar seluruh anggota Satgas TMMD tetap semangat, pacu diri untuk segera menyelesaikan semua sasaran yang menjadi tanggung jawabnya dan jaga kesehatan selama melaksanakan tugas.

Tim Wasev TNI Tinjau Bangunan Huntara dan Sumur Bor Program Opster TNI

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., mendampingi tim Wasev  Opster TNI dari Mabes TNI di Desa Tamansari Kecamatan Gunungsari Lombok Barat, Kamsi (14/3).

Lombok Barat – Operasi teritorial (Opster) yang digelar oleh TNI mulai Januari 2019 lalu melibatkan personel TNI di wilayah NTB membangun sebanyak 70 rumah hunian sementara (Huntara) yang tergelar di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Barat.
Tim pengawas dan evaluasi (Wasev) Opster TNI yang dipimpin langsung Paban I/Ren Ster TNI Kolonel Inf Agustinus, S.IP., bersama rombongan yang didampingi Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., hari ini melakukan peninjauan dan pengecekan sasaran fisik pelaksanaan kegiatan Opster di Desa Tamansari Kecamatan Gunungsari Lombok Barat, Kamis (14/3).
Seusai peninjauan, Danrem 162/WB dalam wawancaranya dengan wartawan di Dusun Medas Bawah Bageq menyampaikan Korem 162/WB dan tim Opster TNI melaksanakan Sidak terhadap Huntara yang dibangun dalam program Opster TNI sekitar 70 Huntara di Kabupaten Lobar dan KLU,

“Alhamdulillah sudah mencapai 90 persen, hanya listrik yang belum terpasang namun sudah diajukan ke PLN” ujarnya.

Sesuai dengan arahan pimpinan yang diteruskan kepada Kepala Dusun Medas bawaq Bageq, lanjut Danrem, rumah Huntara ini nantinya akan diprioritaskan untuk lanjut usia (Lansia), yang memilki balita dan cacat apabila ada.

“Adapun spesifikasinya disesuaikan dengan kondisi TNI AD dengan warna hijau, agar ada kesan dengan keberadaan TNI AD di wilayah,” ungkapnya.

Sementara Paban I/Ren Ster TNI memberikan apresiasi kepada Danrem selaku Dansatgas Opster TNI. “Berdasarkan pantauan, bangunan sudah maksimal karena sebelumnya dalam perencanaan tidak diplester dan dicat namun ternyata ini upaya Danrem selaku Dansatgas Opster TNI sehingga bangunan terlihat bagus dan nyaman untuk ditempati,” kata Agustinus.

“Terkait dengan pembangunan 70 unit Huntara merupakan kebijakan pimpinan TNI bersama stakeholder yang disesuaikan dengan besaran alokasi anggaran dalam bentuk bantuan stimulan dari Mabes TNI bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk membantu masyarakat dan Pemerintah Daerah,” terangnya.

Selain pembangunan 70 unit Huntara, ada juga pembuatan sumur bor dibeberapa lokasi khususnya lokasi yang memang sangat membutuhkan baik di Pulau Lombok maupun Sumbawa yang terdampak gempa.

Sementara Kadus Medas Bawah Bageq Desa Tamansari Lukmannul Hakim mengucapkan terimakasih kepada TNI atas pembangunan rumah Huntara bagi warganya di Dusun Medas Bawah bageq.

“Alhamdulillah dengan adanya bantuan ini, warga bisa menempati rumah Huntara sesuai dengan arahan mengingat bangunan tenda yang digunakan juga sudah banyak yang lapuk dan sobek,” ucap Hakim.

Selain itu, Hakim juga menyampaikan data warga yang akan menempati rumah Huntara bantuan Opster TNI sudah ada dengan skala priorotas seperti arahan dari Danrem.

Setelah melakukan peninjauan di Desa Tamansari, tim Wasev dan rombongan didampingi Danrem 162/WB, Dandim 1606/Lobar, Danyonif 742/SWY dan Danramil setempat langsung melakukan peninjauan pembangunan sumur bor di Lanud Rembiga.

Operator Alat Berat TMMD ke 104 Merasa Puas dan Senang Bisa Gabung Satgas TMMD

Arman operator alat berat excavator untuk pembukaan jalan di Desa Tekasire Kecamatan Manggelewa, Kamis (14/3)

Dompu – Pelaksanaan program fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 104 tahun 2019 Kodim 1614/Dompu khususnya pembukaan jalan di Desa Lanci Jaya dan Desa Tekasire Kecamatan Manggelewa berjalan lancar.

Salah satu operator alat berat excavator di Desa Tekasire Arman, 32 tahun asal Dompu yang mengikuti kegiatan TMMD sejak pra TMMD hingga hari ini mengungkapkan bahwa ia baru pertama kali ikut Satgas TMMD sebagai operator di Tekasire dan merasakan hal yang berbeda saat bekerja ditempat lain.

“Saya senang sekali bisa bekerja bersama Satgas dalam program TMMD ini, karena banyak hal yang bisa diambil selama pelaksanaan TMMD,” ujar Arman.

Menurutnya, selain disiplin waktu saat bekerja, semangat dan kekompakan juga menjadi contoh yang bagus untuk diterapkan di masyarakat mengingat lokasi pembukaan jalannya cukup menanjak dan kondisi cuaca sering hujan tidak menghalangi semangat untuk bekerja.

Selain itu, sambungnya, selama bergabung dengan Satgas TMMD, kedekatan dan kebersamaan dengan anggota Satgas yang ada. “Mungkin karena setiap hari kumpul, makan bersama dan enak untuk diajak komunikasi dan bahkan bercanda,” kata Arman.

Sementara Dan SSK Kapten Inf Mujiono setiap hari berada ditengah-tengah personel Satgas dan berkelilng ke semua lokasi sasaran untuk meyakinkan dan memastikan setiap sasaran pekerjaan berjalan dengan baik sehingga semua program fisik dapat diselesaikan tepat waktu serta sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Warga Mujur Kompak Bersama Satgas TMMD Cor Lantai Atas Musholla

Anggota Satgas TMMD ke 104 Kodim Dompu bersama masyarakat Dusun Mujur Desa Lanci Jaya bergotong royong pengecoran lantai Musholla Al Ihklas, Kamis (14/3).

Dompu – Ratusan warga Dusun Mujur Desa Lanci Jaya Kecamatan Manggelewa bersama anggota Satgas TMMD ke 104 tahun 2019 Kodim 1614/Dompu bahu membahu melaksanakan pengecoran lantai 2 Musholla Al Ikhlas, Kamis (14/3).

Kadus Mujur Umar disela-sela pengecoran menyampaikan sebelum pelaksanaan pengecoran, seluruh warga sudah diberikan informasi untuk rencana pengecoran sehingga mereka secara serentak keluar bergotong royong bersama anggota Satgas yang memang ditugaskan d Musholla Al Ikhlas.

“Alhamduliillah, warga antusias untuk ikut pengecoran, karena ini satu-satunya Musholla selain Masjid sebagai tempat ibadah bersama khususnya untuk sholat berjamaah,” ucap Umar.

Menurutnya, sebelum hari H pengecoran, dirinya juga meminta untuk ibu-ibu ikut berpartisipasi dalam pembangunan Musholla, salah satunya membantu memasak dan menyediakan air minum untuk para pekerja maupun anggota Satgas sehingga pada pelaksanaannya bisa berjalan lancar tanpa mengeluhkan air minum.

“Insya Allah, minggu depan sudah bisa dilakukan pemasangan keramik maupun kaca jendela dan pintu sehingga sudah berbentuk Musholla,” harapnya.

Sementara Dandim 1614/Dompu Letnan Kolonel Czi Arief Hadiyanto, S.IP., selaku Dansatgas TMMD yang sedang berada di lokasi pengecoran memberikan apresiasi terhadap semangat warga Dusun Mujur untuk memiliki Musholla.

“Kekompakan dan kebersamaan mereka dalam membangun Musholla sebagai sarana ibadah sangat terlihat, tidak hanya para suami, kaum hawapun tidak mau ketinggalan,” ujar Dansatgas.

Hal seperti ini, sambungnya, harus terus dijaga dan dipelihara sehingga setiap pembangunan fasilitas umum selalu di musyawarahkan dan dikerjakan secara bersama-sama dan bergotong royong. “Insya Allah semuanya akan lebih ringan,” sebutnya.

“Semoga apa yang menjadi hajat dan kebutuhan warga Desa lokasi TMMD bisa segera terpenuhi dengan harapan fasilitas yang sudah dibangun dijaga dan dipelihara serta dimanfaatkan secara bersama-sama untuk kemakmuran dan kepentingan bersama,” pungkasya.

Satgas TMMD Kodim Dompu Berikan Penyuluhan Kesehatan

dr. Nian Etikana Sri Harianti Nanul  memberikan penyuluhan kesehatan dalam rangka program non fisik TMMD ke 104 tahun 2019 Kodim 1614/Dompu di SMAN 1 Manggelewa, Rabu (13/3).

Dompu – Disela-sela melaksanakan program kegiatan fisik, Satgas TMMD ke 104 tahun 2019 Kodim 1614/Dompu menggelar penyuluhan kesehatan dengan menggandeng dr. Nia dari Puskesmas Manggelewa di SMAN 1 Manggelewa, Rabu (13/3).

Ratusan siswa-siswi yang mengikuti penyuluhan kesehatan sangat antusias karena kaitannya dengan bahaya Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya.

Dalam penjelasaanya, dr. Nian Etikana Sri Harianti Nanul menyampaikan beberapa jenis tentang Narkoba, efek penggunaannya, bahaya dan dampak sosialnya bagi para pengguna Narkoba.

Selain itu, dr. Nian juga menyampaikan tentang bahaya minuman keras yang banyak mengandung alkohol yang dapat merusak kesehatan.

“Jadi tidak pada saat mau mencalokan diri sebagai anggota TNI Polri saja kita harus sehat, namun setiap waktu harus tetap sehat tentunya dengan menjaga pola hidup sehat, salah satunya menjauhi alkohol dan Narkoba,” terangnya.

Adapun akibat dari Narkoba akan memberikan efek ketergantungan bagi pengguna dan secara fisik akan terjadi perubahan drastis pada tubuh termasuk perubahan prilaku dalam kehidupan sosial.

“Saya mengajak kepada adik-adik untuk menjaga kesehatan dengan tidak mencoba-coba Narkoba maupun alkohol termasuk rokok,” tutup Dokter kelahiran Sukabumi tersebut.

Acara penyuluhan kesehatan diakhiri dengan sesi tanya jawab.

TMMD ke 104 Kodim Dompu Gelar Sosialisasi Rekrutmen Prajurit TNI AD

Pasiter Kodim 1614/Dompu memberikan sosialisasi rekrutmen penerimaan Prajurit TNI di SMAN 1 Manggelewa, Rabu (13/3).

Dompu – Selain program fisik, Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) ke 104 tahun 2019 Kodim 1614/Dompu hari ini menggelar program non fisik rekrutmen Prajurit TNI AD di SMAN 1 Manggelewa, Rabu (13/3).

Pada kesempatan tersebut, Pasiter Kodim 1614/Dompu Kapten Inf Safii menjelaskan penerimaan Prajurit TNI AD setiap tahun sebanyak lima kali dengan jenis yang berbeda.

“Setiap tahun, TNI AD menerima calon Prajurit sebanyak lima kali yakni Akademi Militer (Akmil), Sekolah Perwira Prajurit Karier (Sepa PK), Sekolah Calon Bintara Prajurit Karier (Secaba PK) dan Sekolah Calon Tamtama Prajurit Karier (Secata PK), khusus untuk Secata PK dilaksanakan sebanyak 2 kali setiap tahun,”

Safii kemudian menjelaskan persyaratan masuk menjadi anggota TNI AD. “Persyaratan masuk menjadi Prajurit TNI AD antara lain WNI, SKCK dari Kepolisian, KTP, STTB, KK dan seleksi kesehatan, jasmani dan postur, Psikologi, Mental Ideologi dan Pantauan Akhir (Pantuhir).

Selain itu, Pasiter juga menyebutkan pelaksanaan tes dalam setiap seleksi selama dua tingkat yakni tingkat daerah yang dilaksanakan oleh Panitia Daerah (Panda) dan tingkat pusat.

Ditegaskannya, dalam seleksi penerimaan calon Prajurit TNI AD semua jenis pendidikan tidak ada dipungut biaya, apabila ada oknum yang meminta sejumlah uang agar dilaporkan kepada satuan terdekat.

“Jika terbukti melakukan pemungutan biaya atau menerima uang sogokan maka anggota tersebut akan diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku dilingkungan TNI AD,” terangnya.

Sebelumnya sambutan dari Kepala Sekolah Agus Dedi Suhardiman, S.Pd., dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Satgas TMMD atas penyelenggaraan penyuluhan dan sosialisasi di sekolahnya.

Agus Dedi berharap agar siswa-siswi memperhatikan dan menanyakan jika ada yang belum jelas dan dimengerti.

Jelang Pemilu 2019, Kasrem 162/WB Berikan Sosialisasi Pembinaan Netralitas TNI

Kasrem 162/WB Letkol Inf Endarwan Yansori memberikan sosialisasi pembinaan Netralitas TNI jelang Pemilu 2019, Rabu (13/3).

Mataram – Korem 162/WB menggelar sosialisasi pembinaan Netralitas TNI pada pemilihan legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Ri periode 2019-2024 di Aula Sudirman Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan Mataram, Rabu (13/3).

Sosialisasi yang dibuka Kasrem 162/WB Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori diikuti seluruh personel Korem dan jajaran se Garnizun Mataram dengan pemateri langsung oleh Kasrem 162/WB.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dalam amanatnya yang dibacakan Kasrem 162/WB menyampaikan kesuksesan agenda penyelenggaraan Pemilu merupakan salah satu indikator dalam mengukur keberhasilan proses demokrasi di Indonesia yang menjadi tanggung jawab kita bersama baik KPU, Bawaslu, TNI, Polri dan seluruh komponen bangsa.

“Terkait dengan itu, TNI dituntut untuk tidak melibatkan diri dalam politik praktis salah satu dengan menjaga Netralitas TNI pada Pileg dan Pilpres,” jelasnya.

Menurutnya, TNI berada pada posisi Netral dalam arti berdiri diatas semua golongan, tidak memihak kepada salah satu partai atau kontestan peserta Pemilu dan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, tidak melibatkan diri dan atau dilibatkan pada kegiatan politik praktis kecuali pengamanan sebelum, saat dan sesudah Pemilu.

Tidak hanya itu, lanjut Kasrem, anggota TNI juga tidak boleh memberikan bantuan dalam bentuk apapun kepada peserta Pemilu baik Parpol, perseorangan atau pasangan calon untuk kepentingan kegiatan apapun dalam Pemilu.

“Tidak melakukan tindakan atau memberikan pernyataan apapun yang bersifat mempengaruhi keputusan KPU dan Bawaslu baik di pusat maupun di daerah, tidak memberikan komentar, penilaian dan mendiskusikan apapun terhadap identitas maupun kualitas salah satu Parpol atau perseorangan peserta Pemilu,” terangkan.

Kasrem juga meminta kepada pimpinan satuan jajaran untuk terus mengingatkan anggotanya tentang menjaga Netralitas TNI pada Pileg maupun Pilpres mendatang untuk meminimalisir adanya tindakan pelangaran mengingat sanksinya tegas jika terbukti sah dan meyakinkan telah melakukan pelanggaran.

“Pedomani ketentuan tentang Netralitas TNI dengan harapan tidak ada pelanggaran yang dapat mencederai Netralitas TNI pada pesta demokrasi Pemilu 2019,” tutupya.

Seusai memberikan sambutan, Kasrem 162/WB langsung memberikan materi sosialisasi pembinaan tentang menjaga Netralitas TNI pada Pemili 2019 mendatang.

Pelaksanaan Ujian Tengah Semester Terganggu Akibat Tawon

Babinsa Desa Lenangguar Koramil 1607-03/Ropang Sertu Nurdin membantu evakuasi siswa-siswi SDN 1 Lenangguar karena banyaknya tawon, Selasa (12/3).

Sumbawa – Menjelang pelaksanaan ujian tengah semester (UTS) senin pagi (12/3), siswa-siswi SD seharusnya berjalan tenang dan tertib, namun sedikit terganggu karena banyaknya tawon di ruang kelas SDN 1 Lenangguar Kecamatan Lenangguar Kabupaten Sumbawa.

Banyaknya tawon diruang kelas SDN tersebut mengakibatkan beberapa siswa-siswi tersengat dan terpaksa di evakuasi.

Mendengar informasi tersebut, Babinsa Desa Lendangguar Koramil 1607-03/Ropang Sertu Nurdin langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk membantu memindahkan siswa menuju Balai Desa Lendangguar.

Danramil 1607-03/Ropang Kapten Inf Suhailik membenarkan anggotanya sekitar pukul 07.00 Wita membantu evakuasi siswa-siswi SD yang akan melaksanakan UTS.

“Mereka untuk sementara dipindahkan ke Balai Desa sehingga pelaksanaan UTS nya bisa berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Danramil.

Setelah anak-anak ini dipindahkan, sambungnya, mereka kemudian melaksanakan ujian tanpa meja dan kursi. “Karena darurat, jadi ujiannya duduk bersila diatas lantai keramik,” sebut Suhailik.

Usai membantu memindahkan para siswa-siswi, Babinsa bersama para guru kemudian membersihkan tawon dari ruang kelas sehingga besok bisa digunakan seperti semula. “Insya Allah besok sudah normal kembali,” pungkasnya.

Danrem 162/WB : “Tim Terpadu Verifikasi Legalitas Kayu RTG Sesuai SK Menteri Kimpraswil”

Tim terpadu verifikasi legalitas kayu untuk RTG Rika di beberapa UD yang sudah memiliki pengajuan untuk verifikasi, Selasa (12/3).

Mataram – Tim terpadu verifikasi legalitas kayu untuk pembangunan rumah instan kayu (Rika) terdiri dari Personil Korem 162/WB, Reskrimsus Polda NTB, BPBD, PUPR dan LHK Provinsi NTB turun ke beberapa pengusaha kayu untuk melakukan pengecekan langsung jenis kayu yang dibutuhkan dalam proses pembangunan rumah tahan gempa jenis Rika.

Dari 17 UD kayu yang sudah mengajukan permohonan verifikasi legalitas dan kelas kayu, baru 10 UD yang sudah diperiksa dengan ketentuan minimal kayu kelas 2 yang memiliki ketahanan, kuat dan awet untuk digunakan dalam jangka waktu lama.

Kepala Seksi Penenggakan Hukum LHK Provinsi NTB Sirajudin, S.Hut. M.Eng., yang ikut melakukan verifikasi saat di wawancara wartawan menjelaskan kegiatan tersebut dilakukan untuk mengecek langsung kwalitas kayu yang bisa digunakan dalam rehab rekon pasca gempa khususnya untuk RTG Rika. “Karena UD ini nantinya akan menjadi suplayer untuk pembangunan rumah Rika,” ujar Sirajudin.

Setelah dilakukan verifikasi, maka pihak pimpinan akan mengeluarkan rekomendasi sebagai dasar untuk melakukan pencairan dana pembangunan RTG oleh Kimpraswil di masing-masing wilayah dengan ketentuan minimal kayu kelas kuat 2 dan kayu awet 2.

“Ketentuan tersebut berdasarkan SK Menteri Kimpraswil Nomor 403/Kpts/M/2002 tentang pedoman Tehnis Pembangunan Rumah Sederhana Sehat.

Menurutnya, untuk kayu lokal, pihaknya belum berani memberikan rekomendasi namun akan memberikan masukan terkait hasil temuan selama verifikasi.

“Terkait dengan legalitas kayu, jika ditemukan ketidak sesuaian antara jenis kayu dengan lokasi asal usul kayu maupun administrasinya maka akan kami tindak lanjuti dengan proses penyelidikan dan penyidikan selanjutnya,” tegasnya sambil menyebutkan ada penemuan di Kabupaten Lombok Utara terkait asal usul kayu yang tidak sesuai denga nota angkut.

Senada dengan Kepala Penegakan Hukum LHK, Kepala Bidang Dampak Sosial Kementerian PUPR Hanum Budi Dharmawan menegaskan jenis kayu yang akan digunakan untuk RTG Rika adalah jenis kayu kelas 2 baik dilihat dari kekuatan dan awet kayu sesuai dengan SK Menteri Kimpraswil.

Khusus untuk rumah yang sudah dibangun, lanjutnya, apabila ditemukan tidak sesuai dengan spesifikasi jenis kayu, maka akan dilakukan dikonsulidasikan dengan pihak terkait khususnya bagi para pejabat yang berkompetensi dibidang itu.

Terpisah, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menyampaikan tim terpadu ini turun dalam rangka menjamin kwalitas kayu sesuai dengan SK Menteri Kimpraswil, sehingga pembangunan RTG bagi masyarakat terdampak gempa dapat bertahan lama.

Selain itu, verifikasi tersebut juga dilakukan untuk menghindari dan meminimalisir adanya penebangan pohon secara liar yang dilakukan oleh pelaku illegal logging dan berdampak luas khususnya kepada masyarakat di sekitar hutan.

“Setelah dilakukan verifikasi ini, maka UD Kayu yang diberikan rekomendasi sebagai suplayer nantinyabagar betul-betul bertanggung jawab terhadap jenis kayu yang akan didistribusikan sehingga tidak menghambat proses rehab rekon,” tandasnya.

Diinformasikan, Tim verifikasi legalitas kayu sejak Senin kemarin (11/3/2019) sudah mulai turun memeriksa 7 UD di Kabupaten Lombok Utara dan hari ini di Kabupaten Lombok Barat dan Mataram sudah memeriksa UD Mabruk Rembiga, UD Desa Lestari Jaya dan UD Ananda. Sesuai rencana besok akan di lanjutkan di wilayah Kabupaten Lombok Tengah dan berlanjut hingga ke Pulau Sumbawa.